banner 728x90

4 Cara dan Teknik Injeksi atau Penyuntikan

banner 728x90

Injeksi adalah cara memasukkan obat kedalam tubuh dengan menggunakan jarum suntik, cara penyuntikan terhadap individu beda-beda, tergantung jenis obatnya dan kondisi pasien serta sesuai kegunakan obat yang akan digunakan. Berikut ini penulis menjelaskan 4 cara dan teknik injeksi atau penyuntikan dan penjelasannya :

1. Penyuntikan Intravena (IV)
Adalah : cara memasukan sejumlah cairan kedalam sistem peredaran darah melalui vena/pembuluh darah dengan jarum suntik
Lokasi : penyuntikan biasa dilakukan di pergelangan tangan atas, lengan dan tungkai.
Kelebihan : zat/cairan akan sangat cepat masuk ke seluruh tubuh karena langsung masuk ke pembuluh darah
Kekurangan : apabila ada udara yang masuk ke pembuluh darah mencapai 30 ml akan menyebabkan pecahnya pembuluh darah (harus dilakukan dengan tenaga medis yang sudah berpengalaman)
Cara penyuntikan secara intravena :
• Tentukan vena mana yang akan disuntik.
• Lakukan tindakan aseptik/antiseptic.
• Ligasi bagian vena yang akan disuntik/ditusuk.
• Tegangkan kulit pasien dengan tangan kiri.
• Pastikan tidak ada udara dalam syringe.
• Tusukkan jarum dengan arah jarum sejajar vena, lubang jarum mengarah keatas dan garis ukur syringe terlihat.
• Isap (Aspirasi) sedikit untuk melihat apakah jarum benar masuk vena, bila berhasil masuk, darah dari vena akan masuk kedalam syringe/spuit
• Masukkan obat secara perlahan dan perhatikan area penyuntikan.
• Tindihkan kapas alkohol pada tempat penyuntikan lalu cabut jarum, pertahankan kapas alkohol dengan plester.

2. Penyuntikan Subcutan (SC)
Adalah : cara memasukan sejumlah cairan ke bawah kulit dengan jarum suntik dan biasanya cairan yang disuntikan dalam jumlah kecil/sedikit.
Lokasi : di paha bagian depan dan di perut bagian bawah umbilicus (pusar)
Kelebihan : mencegah kerusakan sekitar saluran cerna
Kekurangan : rasa sakit, kerusakan kulit dan tidak bisa dipakai jika volume obat besar
Cara penyuntikan secara Subcutan :
Pilih wilayah penyuntikan, seperti yang telah dijelaskan pada suntikan intramuskular. Tusuk jarum (23–25G) ke bawah kulit dengan sudut 45° ke dalam jaringan lemak subkutan. Jangan terlalu dalam sehingga menembus otot di bawahnya. Tarik pendorong pada semprit untuk memastikan tidak ada darah (jika ada, tarik jarum perlahan dan coba lagi). Suntikkan obat dengan menekan pendorong pada semprit pelan-pelan hingga obat habis. Lepaskan jarum dan tekan kuat-kuat bekas suntikan dengan kapas atau kain kecil.

3. Penyuntikan Intramuscular (IM)
Adalah : cara memasukan sejumlah cairan ke dalam otot dengan jarum suntik. Cairan yang disuntikan dalam jumlah kecil dan sering diinjeksikan untuk suntik KB dan macam-macam vaksin
Lokasi : di bagian pantat atau di lengan tangan atas
Kelebihan : tidak diperlukan keahlian khusus untuk melakukannya dan dapat dipakai untuk obat yang larut dalam minyak
Kekurangan : rasa sakit, tidak dapat dipakai pada gangguan bekuan darah dan obat dapat menggumpal pada lokasi penyuntikan
Cara penyuntikan secara intra muscular :
• Tentukan lokasi penyuntikan, pada 1/3 lateral garis SIAS coccygis pada bokong, pada paha atau pangkal lengan/deltoid.
• Lakukan tindakan aseptic antiseptic.
• Untuk pasien kurus maka tangan kiri mengangkat otot pada lokasi suntikan dengan cubitan ringan. Untuk pasien gemuk dengan lapisan lemak subkutis tebal tidak diperlukan
• Tusukkan jarum pada lokasi suntikan hingga pada kira-kira ¾ panjang jarum, arah tegak lurus.
• Isap (aspirasi) sedikit, bila masuk darah, maka jarum ditarik sedikit. Isap ulang untuk memastikan tidak ada darah terisap, menandakan jarum tidak masuk pembuluh darah.
• Suntikkan obat secara perlahan..
• Tindihkan kapas alkohol pada lokasi suntikan, cabut jarum, massage lokasi suntikan dengan kapas tadi.

4. Penyuntikan Intradermal (ID)
Adalah : cara memasukan sejumlah cairan ke lapisan diantara kulit dengan jarum suntik. Cairan yang disuntikan biasanya dalam jumlah yang sangat kecil 0,1-0,5 cc. suntik dengan cara ini biasanya untuk tes kulit terhadap alergi.
Lokasi : disuntikan pada kulit yang aliran darahnya tidak banyak sehingga obat dapat bisa diserap perlahan.
Kelebihan : mrnghindari pasien dari alergi obat dan dapat mengetahui diagnosa terhadap suatu penyakit
Kekurangan : ketika melakukan penyuntikan dengan cara ini di tempat yang di suntik biasanya akan muncul benjolan seperti gigitan nyamuk dan apabila benjolan tersebut tidak terjadi maka hasil tidak valid/salah
Cara penyuntikan secara Intradermal :
Pada penyuntikan intradermal, pilih daerah kulit yang tidak luka atau infeksi (misalnya di deltoid). Regangkan kulit dengan jempol dan telunjuk; tusukkan jarum perlahan (25G), lubang jarum menghadap ke atas, sekitar 2 mm di bawah dan hampir sejajar dengan permukaan kulit. Sedikit tahanan akan terasa pada penyuntikan intradermal. Benjolan pucat yang memperlihatkan permukaan folikel rambut pada kulit tempat suntikan merupakan tanda bahwa suntikan telah diberikan dengan benar.

banner 728x90

Tags: berapa derjat sudut suntik cara injeksi cara penyuntikan cara suntik jarum suntik macam cara injeksi macam cara suntik sudut suntik yang tepat teknik injeksi teknik penyuntikan teknik suntik

author
Author: 

Related Post "4 Cara dan Teknik Injeksi atau Penyuntikan"

Faktor Penyebab Munculnya Jerawat
Jerawat merupakan penyakit yang paling banyak dialami
Tips Ampuh Biar Tetap Awet Muda
Memiliki kulit yang kencang, lembab dan kenyal
Tips Jitu Mengembalikan Kulit Putih
Iklim Tropis seperti di Indonesia ini memiliki
Ciri-ciri Perbedaan Cindella Asli dan Palsu
Cindella whitening merupakan produk yang sangat diminati
banner 728x90

Leave a reply "4 Cara dan Teknik Injeksi atau Penyuntikan"